Home / Blog /
Jakarta dikenal sebagai kota metropolitan penuh gedung tinggi, pusat bisnis, dan jalanan yang nyaris tidak pernah sepi. Tapi bukan berarti ibu kota kehabisan tempat untuk kabur sejenak dari keramaian. Di beberapa sudut kota, masih ada ruang hijau yang bisa jadi tempat melepas penat, mulai dari hutan mangrove, danau alami, sampai hutan kota.
Sebagian besar tempat ini gampang dijangkau, baik pakai kendaraan pribadi maupun transportasi umum, dan beberapa bahkan gratis, jadi cocok buat liburan singkat tanpa perlu keluar banyak biaya.
Tiap tempat juga punya daya tarik sendiri, ada yang pas untuk jogging dan piknik, ada yang lebih cocok untuk berburu foto sunset, mengamati satwa, atau mengenal budaya Betawi.
Kalau kamu sedang cari referensi tempat wisata alam di Jakarta, berikut daftar dari OkeTiket yang bisa masuk ke rencana liburan berikutnya!
Taman Wisata Alam Angke Kapuk, atau yang lebih dikenal sebagai Hutan Mangrove PIK, adalah kawasan konservasi mangrove seluas puluhan hektare di Jakarta Utara. Begitu masuk, suasana kota langsung berganti. Pohon mangrove tumbuh rapat di sepanjang jalur kayu, udaranya terasa lebih segar, dan sesekali terdengar suara burung dari balik pepohonan. Tempat ini juga sering dipakai untuk foto prewedding, sesi pemotretan, sampai kegiatan edukasi soal ekosistem mangrove.
Jalur boardwalk kayu yang membelah hutan mangrove jadi tempat favorit untuk jalan santai, karena pemandangannya berbeda di tiap sisi. Kalau ingin lebih dekat dengan air, ada penyewaan kano dan kayak untuk menyusuri kawasan mangrove, dan ini paling enak dicoba pagi atau sore hari saat cuaca masih teduh.
Beberapa pengunjung juga ikut program penanaman mangrove yang biasanya diadakan komunitas atau perusahaan sebagai bagian dari kegiatan peduli lingkungan. Buat yang suka fotografi, jembatan kayu dan matahari terbenam di sini jadi incaran banyak orang. Kalau mau menginap, ada cottage di dalam kawasan supaya kamu bisa merasakan suasana hutan mangrove sampai malam.
Tiket masuk sekitar Rp30.000 per orang di hari kerja dan Rp35.000 saat akhir pekan atau hari libur. Pelajar biasanya dapat harga khusus sesuai ketentuan pengelola. Kalau mau coba kayak, speed boat, atau menyewa cottage, ada biaya tambahan di luar tiket masuk.
Buka setiap hari. Senin sampai Jumat pukul 08.00 sampai 18.00 WIB, sementara Sabtu, Minggu, dan hari libur mulai lebih pagi, pukul 07.00 sampai 18.00 WIB. Kalau kamu mengejar cahaya bagus untuk foto atau ingin menghindari keramaian, datang sekitar pukul 08.00 sampai 10.00 pagi atau setelah pukul 15.30 sore biasanya paling nyaman. Jam operasional bisa berubah saat hari besar, jadi ada baiknya cek dulu sebelum berangkat.
Alamatnya di Jalan Mualim Teko, Pantai Indah Kapuk, Penjaringan, Jakarta Utara. Naik kendaraan pribadi dari Monas biasanya butuh waktu 35 sampai 50 menit tergantung lalu lintas. Kalau naik transportasi umum, kamu bisa naik TransJakarta menuju kawasan Pantai Indah Kapuk lalu lanjut ojek online sekitar 5 sampai 10 menit ke pintu masuk. Pakai sepatu yang tidak licin, dan jangan lupa bawa topi, sunscreen, serta air minum supaya perjalanan tetap nyaman.
Tebet dulu lebih dikenal sebagai kawasan kuliner dan permukiman padat, tapi sekarang juga punya salah satu ruang terbuka hijau terbaik di Jakarta, Tebet Eco Park. Setelah direvitalisasi, taman seluas 7,3 hektare ini dirancang dengan konsep “Connecting People with Nature”, menggabungkan fungsi rekreasi, olahraga, edukasi, dan konservasi lingkungan lewat taman tematik dan area resapan air.
Suasananya paling enak dinikmati pagi hari, saat pepohonan rindang bikin udara terasa sejuk dan jalur pedestrian yang lebar memungkinkan kamu jalan santai tanpa terganggu kendaraan. Salah satu spot yang paling banyak difoto adalah Infinity Link Bridge, jembatan yang menghubungkan dua sisi taman.
Kalau datang pagi, jogging jadi aktivitas yang paling banyak dilakukan pengunjung karena jalur di sekeliling taman cukup nyaman untuk lari maupun jalan santai. Banyak keluarga juga bawa tikar untuk piknik di Community Lawn, sementara anak-anak main di playground dan orang tua santai menikmati suasana taman.
Selain itu kamu bisa baca buku, kerja pakai laptop di ruang terbuka, atau sekadar duduk menikmati suasana hijau yang cukup langka di tengah kota.
Gratis. Kamu bisa masuk dan menikmati seluruh kawasan taman tanpa membeli tiket.
Umumnya buka pukul 06.00 sampai 18.00 WIB, dengan pembagian sesi kunjungan sesuai kebijakan pengelola. Kalau ingin suasana yang lebih tenang, hindari datang Sabtu atau Minggu siang karena taman biasanya ramai. Saat akhir pekan atau hari libur nasional, jumlah pengunjungnya jauh lebih banyak dibanding hari biasa.
Lokasinya di Jalan Tebet Barat Raya, Jakarta Selatan. Kalau naik KRL Commuter Line, turun di Stasiun Cawang lalu lanjut ojek online sekitar 10 menit. Bisa juga naik TransJakarta yang lewat kawasan Tebet, lalu jalan kaki atau lanjut ojek online dari halte terdekat.
Setu Babakan punya pengalaman yang agak berbeda dibanding tempat lain di daftar ini, karena bukan cuma soal danau dan pepohonan, tapi juga pusat pelestarian budaya Betawi yang masih aktif sampai sekarang. Lokasinya di Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Hamparan air danau, jalur pedestrian di tepinya, dan pepohonan rindang bikin suasananya nyaman, terutama pagi dan sore hari. Sambil menikmati pemandangan danau, kamu juga bisa melihat rumah adat Betawi, kadang menyaksikan pertunjukan seni, sampai mencicipi jajanan khas dari pedagang di sekitar kawasan.
Jalan kaki mengelilingi tepian danau jadi aktivitas paling sederhana tapi tetap menyenangkan, karena pemandangannya berbeda di setiap sisi. Selain itu kamu bisa bersepeda, mencicipi kerak telor, soto Betawi, es selendang mayang, atau bir pletok, dan mampir ke area Perkampungan Budaya Betawi untuk mengenal lebih dekat sejarah masyarakat Betawi.
Kalau datang di waktu yang pas, kamu berkesempatan menonton tari atau musik tradisional yang rutin digelar di kawasan ini. Banyak juga warga Jakarta yang memancing atau sekadar duduk santai menikmati angin dari permukaan danau.
Kalau kamu ingin suasana hijau tanpa harus keluar dari pusat Jakarta, Hutan Kota Gelora Bung Karno (GBK) di kawasan Senayan bisa jadi pilihan. Yang bikin tempat ini terasa unik adalah perpaduan pepohonan rindang dengan latar gedung-gedung pencakar langit di sekitarnya.
Meski berada di salah satu kawasan tersibuk Jakarta, suasananya jauh lebih tenang. Area rumput luas, pepohonan tertata rapi, dan jalur pejalan kaki yang nyaman bikin tempat ini pas untuk bersantai sepulang kerja atau menghabiskan akhir pekan bersama keluarga. Menjelang sore, suasananya makin ramai, orang-orang datang untuk jogging, piknik, baca buku, atau duduk menikmati matahari terbenam dengan siluet gedung tinggi sebagai latarnya.
Area rumput yang luas cocok untuk piknik bareng keluarga atau teman, cukup bawa tikar dan camilan. Kalau lebih suka olahraga, ada jalur pedestrian yang nyaman untuk jalan santai atau jogging. Banyak juga pengunjung yang bawa kamera karena perpaduan alam dan lanskap kota di sini cukup menarik untuk difoto.
Di akhir pekan, beberapa komunitas biasanya mengadakan yoga, olahraga bareng, atau sesi foto di area ini.
Masuk ke Hutan Kota GBK gratis. Kalau bawa kendaraan pribadi, kamu perlu bayar tarif parkir sesuai ketentuan kawasan Gelora Bung Karno.
Umumnya buka setiap hari dari pagi sampai malam, meski jam operasionalnya bisa berubah mengikuti kebijakan pengelola GBK, terutama saat ada acara besar atau pertandingan olahraga. Kalau mau momen terbaik untuk foto, datang sekitar pukul 16.00 menjelang matahari terbenam, saat cahaya sore berpadu dengan gedung-gedung Jakarta.
Lokasinya di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat. Naik MRT Jakarta, turun di Stasiun Istora Mandiri atau Stasiun Senayan Mastercard, lalu jalan kaki sekitar 5 sampai 10 menit. Kalau naik TransJakarta, ada beberapa halte di sekitar Senayan yang bisa dijangkau dengan jalan kaki.
Hutan Kota Srengseng di Kembangan, Jakarta Barat, cocok buat kamu yang mencari tempat wisata alam yang tidak terlalu ramai. Ini salah satu hutan kota terbesar di Jakarta, dan suasananya masih cukup alami.
Bedanya dengan taman kota modern, di sini pepohonan tumbuh lebih rapat sehingga terasa lebih mirip hutan kecil. Udaranya sejuk, dan di bagian tengah kawasan ada danau buatan yang jadi habitat berbagai ikan dan burung. Karena belum sepopuler tempat lain di daftar ini, suasananya cenderung lebih tenang, cocok buat kamu yang ingin jalan santai sambil dengar suara burung atau sekadar melepas penat.
Selain jalan kaki menyusuri jalur yang tersedia, kamu bisa jogging, bersepeda, memancing di area danau, atau piknik bareng keluarga. Tempat ini juga jadi favorit fotografer karena banyak sudut dengan nuansa hijau yang masih alami, dan cocok buat kamu yang suka mengamati burung liar.
Gratis. Kamu hanya perlu bayar biaya parkir kalau bawa kendaraan pribadi.
Buka setiap hari dari pagi sampai sore. Sebaiknya datang sebelum siang supaya cuaca masih nyaman untuk jalan kaki mengelilingi kawasan.
Alamatnya di Jalan H. Kelik, Kembangan, Jakarta Barat. Lokasi ini lebih gampang dijangkau pakai kendaraan pribadi atau transportasi online. Kalau naik TransJakarta, turun di halte terdekat di kawasan Kembangan lalu lanjut ojek online. Karena pepohonan cukup lebat, pakai alas kaki yang nyaman dan bawa air minum, terutama kalau berencana keliling seluruh kawasan.
Meski dikenal sebagai kebun binatang, Ragunan sebenarnya juga salah satu kawasan hijau terbesar di Jakarta. Luasnya sekitar 140 hektare dengan ribuan pohon yang sudah berusia puluhan tahun, jadi suasananya jauh lebih sejuk dibanding kawasan perkotaan sekitarnya.
Banyak orang datang ke sini bukan cuma untuk lihat satwa, tapi juga menikmati lingkungan yang rindang. Beberapa warga Jakarta bahkan menjadikan Ragunan tempat jogging atau bersepeda di pagi hari. Kalau datang bareng keluarga, anak-anak bisa mengenal berbagai jenis satwa, sementara orang tua bersantai di kawasan yang cukup nyaman. Selain koleksi satwanya yang beragam, ada juga Pusat Primata Schmutzer yang jadi rumah bagi berbagai jenis primata dari Indonesia maupun luar negeri.
Kamu bisa menjelajahi kebun binatang sambil melihat lebih dari dua ribu satwa dari berbagai spesies. Tersedia juga penyewaan sepeda, kereta wisata, dan area bermain anak. Banyak pengunjung memilih bawa bekal sendiri dan piknik di bawah pepohonan rindang setelah puas berkeliling.
Tiket masuk termasuk paling terjangkau di Jakarta, sekitar Rp4.000 untuk dewasa dan Rp3.000 untuk anak-anak. Masuk ke Pusat Primata Schmutzer dikenakan tiket tambahan. Pembayaran memakai kartu JakCard Bank DKI.
Buka Selasa sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 16.00 WIB. Setiap Senin, Ragunan tutup untuk perawatan satwa. Kalau bisa, datang sejak pagi karena udara masih sejuk dan satwa biasanya lebih aktif.
Alamatnya di Jalan Harsono RM, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Kamu bisa naik MRT dilanjutkan TransJakarta, atau langsung naik koridor TransJakarta menuju Halte Ragunan yang tidak jauh dari pintu masuk utama. Bawa topi, air minum, dan pakai pakaian yang nyaman, karena area yang dijelajahi cukup luas.
Di kawasan Menteng yang dikenal dengan bangunan-bangunan bersejarah, ada Taman Suropati, ruang hijau yang sudah jadi favorit warga Jakarta sejak lama. Ukurannya memang tidak seluas taman lain di daftar ini, tapi suasananya yang teduh bikin betah berlama-lama.
Pepohonan besar yang mengelilingi taman bikin udaranya terasa lebih sejuk dibanding jalanan sekitarnya. Bangku-bangku yang tersebar di berbagai sudut sering dipakai pengunjung untuk baca buku, ngobrol, atau sekadar menikmati suasana. Salah satu ciri khas taman ini adalah beberapa patung karya seniman dari negara-negara ASEAN, dan sesekali jadi tempat berkumpulnya komunitas seni, musik, atau fotografi.
Kamu bisa jalan santai mengelilingi taman, baca buku di bawah pepohonan, menikmati suasana sore, atau foto-foto dengan latar taman yang asri. Beberapa warga Jakarta juga datang untuk jogging ringan atau ikut kegiatan komunitas yang biasa diadakan akhir pekan.
Gratis.
Taman ini bisa dikunjungi setiap hari, 24 jam. Kalau kamu ingin suasana yang lebih tenang, datang pagi hari lebih nyaman. Kalau mau lihat aktivitas komunitas atau suasana taman yang lebih hidup, coba datang sore hari saat akhir pekan.
Lokasinya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Naik KRL Commuter Line, kamu bisa turun di Stasiun Cikini atau Sudirman, lalu lanjut transportasi online atau jalan kaki dari titik tertentu.
Taman Langsat di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, jadi pilihan yang pas kalau kamu suka suasana taman yang tidak terlalu ramai. Taman ini masih mempertahankan suasana teduh dengan pepohonan besar yang sudah tumbuh puluhan tahun.
Dibanding beberapa taman populer lain di Jakarta, suasananya di sini lebih tenang. Jalur pejalan kaki yang mengelilingi taman nyaman untuk jalan santai, dan di beberapa sudut ada kolam kecil serta area duduk untuk istirahat. Karena berada di kawasan permukiman, kebanyakan pengunjungnya warga sekitar yang datang untuk olahraga, mengajak anak main, atau sekadar cari suasana lain setelah seharian beraktivitas.
Jalan santai jadi aktivitas yang paling sering dilakukan di sini, apalagi jalur pedestriannya teduh, enak dinikmati pagi maupun sore hari. Taman ini juga cocok untuk jogging ringan, piknik sederhana bareng keluarga, baca buku, atau sekadar duduk menikmati suasana hijau di bawah pepohonan rindang.
Buat yang suka fotografi, beberapa sudut taman punya latar yang menarik, terutama saat cahaya matahari masuk di sela-sela pepohonan pagi atau sore hari.
Gratis. Kalau bawa kendaraan pribadi, kamu hanya perlu bayar parkir sesuai tarif yang berlaku.
Umumnya buka setiap hari dari pagi sampai malam. Waktu yang paling nyaman biasanya sekitar pukul 06.00 sampai 09.00 WIB atau setelah pukul 16.00 WIB, saat cuaca tidak terlalu terik.
Lokasinya di Jalan Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tidak jauh dari Pasar Burung Barito dan Taman Ayodya. Naik MRT Jakarta, kamu bisa turun di Stasiun Blok M BCA lalu lanjut ojek online atau jalan kaki sekitar 15 sampai 20 menit. Bisa juga naik TransJakarta yang berhenti di beberapa halte sekitar Blok M. Kalau ingin suasana yang lebih tenang, hindari datang akhir pekan menjelang sore karena biasanya lebih ramai, dan bawa tikar kecil kalau mau bersantai lebih lama di area rumput.
Tidak banyak yang tahu kalau Jakarta Barat juga punya ruang terbuka hijau yang cukup luas, yaitu Taman Cattleya di kawasan Tomang. Warga sekitar sering memanfaatkannya untuk olahraga maupun bersantai.
Meski dekat jalan raya yang cukup ramai, suasana di dalam taman terasa jauh lebih nyaman berkat banyaknya pepohonan di berbagai sisi. Area rumput luas dan jalur pedestrian bikin tempat ini pas untuk melepas penat setelah beraktivitas. Selain jadi ruang publik, taman ini juga berfungsi sebagai daerah resapan air.
Kebanyakan pengunjung datang untuk jogging, jalan santai, atau bersepeda di sekitar kawasan. Area rumputnya yang luas juga sering dipakai piknik bareng keluarga atau main bareng anak-anak, dan beberapa sudut taman punya bangku untuk bersantai sambil menikmati suasana hijau.
Buat kamu yang suka fotografi, suasana taman pagi hari cukup menarik karena cahaya matahari yang masuk di antara pepohonan bikin pencahayaan alami yang bagus.
Gratis. Kamu hanya perlu bayar parkir kalau datang naik kendaraan pribadi.
Buka setiap hari dari pagi sampai malam. Supaya lebih nyaman, coba datang pagi atau sore hari saat suhu udara tidak terlalu panas.
Lokasinya di kawasan Tomang, Jakarta Barat, tidak jauh dari Mal Taman Anggrek dan Central Park. Naik TransJakarta, kamu bisa turun di halte terdekat lalu lanjut jalan kaki atau transportasi online. Kalau bawa kendaraan pribadi, aksesnya juga cukup mudah lewat Jalan Letjen S. Parman. Pakai pakaian yang nyaman kalau berencana olahraga, dan jangan lupa bawa air minum, apalagi saat cuaca terik.
Taman Menteng jadi salah satu taman kota paling ramai dikunjungi di Jakarta Pusat. Berada di kawasan Menteng yang dikenal sebagai salah satu area bersejarah ibu kota, taman ini menggabungkan ruang hijau, fasilitas olahraga, dan area rekreasi yang bisa dinikmati berbagai kalangan.
Sebelum jadi taman kota, kawasan ini dulunya Stadion Menteng yang kemudian direvitalisasi jadi ruang terbuka hijau modern. Sekarang, Taman Menteng punya hamparan rumput luas, rumah kaca, lapangan olahraga, area bermain anak, dan jalur pedestrian yang nyaman untuk jalan santai. Menjelang sore suasananya makin hidup, banyak warga datang untuk olahraga, ajak anak main, atau sekadar menikmati udara segar di tengah padatnya kota.
Kalau ke sini, kamu bisa jogging, main basket atau futsal di lapangan yang tersedia, bersantai di area rumput, atau mampir ke rumah kaca yang jadi salah satu ciri khas taman ini. Area terbukanya yang luas juga sering dipakai komunitas untuk berkumpul, latihan fotografi, atau kegiatan publik lain. Kalau datang bareng keluarga, anak-anak bisa main di playground sementara orang tua menikmati suasana taman yang teduh.
Gratis. Kamu hanya perlu bayar parkir kalau bawa kendaraan pribadi.
Buka setiap hari, 24 jam. Tapi pagi dan sore hari tetap jadi waktu terbaik untuk menikmati suasana yang lebih nyaman. Kalau tujuanmu olahraga, datang pagi saat udara masih segar. Kalau mau santai atau foto-foto, sore hari lebih pas karena cahaya matahari lebih lembut dan suasana taman terasa lebih hidup.
Lokasinya di Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat. Naik KRL Commuter Line, turun di Stasiun Cikini atau Sudirman lalu lanjut transportasi online. Beberapa koridor TransJakarta juga melayani kawasan Menteng.
Jakarta memang identik dengan gedung tinggi dan kemacetan, tapi ruang hijau di kota ini sebenarnya lebih banyak dari yang kita kira. Ada hutan mangrove di pesisir utara, danau tenang di Setu Babakan, sampai berbagai taman dan hutan kota yang tersebar di beberapa wilayah. Semuanya punya caranya sendiri untuk bikin kamu berhenti sejenak dari rutinitas.
Karena lokasinya ada di dalam kota, kamu tidak perlu meluangkan waktu berhari-hari untuk mengunjunginya. Beberapa tempat bahkan bisa didatangi dalam waktu setengah hari saja, cocok jadi rencana dadakan di akhir pekan. Sebelum berangkat, ada baiknya cek dulu jam operasional dan harga tiket terbaru, soalnya kebijakan pengelola kadang berubah.
Semoga daftar dari OkeTiket ini bisa jadi referensi buat kamu yang ingin menikmati sisi hijau Jakarta, entah sendirian, sama pasangan, atau bareng keluarga.