Home / Blog /
Surabaya sering jadi tujuan wisata karena punya banyak destinasi terkenal, seperti Tugu Pahlawan, House of Sampoerna, sampai kawasan Tunjungan. Tapi di balik nama-nama besar itu, Kota Pahlawan masih menyimpan banyak tempat yang belum banyak diketahui orang. Sebagian menghadirkan suasana alam yang menenangkan, sebagian lagi menyimpan cerita budaya dan sejarah yang membuat perjalanan terasa lebih berkesan.
Menjelajahi hidden gem di Surabaya bisa jadi pilihan menarik kalau kamu ingin merasakan suasana yang berbeda dari keramaian pusat kota. Bukan cuma pas buat mengisi akhir pekan, tempat-tempat ini juga cocok kalau kamu sekadar ingin jalan-jalan santai. Kamu bisa berjalan di tengah hutan mangrove, menyusuri kampung bersejarah, menikmati sunset di tepi sungai, sampai mencicipi kuliner khas yang mungkin belum pernah kamu coba sebelumnya.
Sebagian besar tempat ini juga punya harga tiket yang ramah di kantong, bahkan beberapa bisa dikunjungi gratis. Lokasinya pun relatif mudah dijangkau pakai kendaraan pribadi maupun transportasi online, jadi kamu tidak perlu repot menyusun perjalanan yang ribet.
Kalau kamu sedang menyusun itinerary liburan ke Surabaya dan ingin melihat sisi lain kota ini, berikut rekomendasi hidden gem dari OkeTiket yang bisa masuk ke daftar kunjunganmu.
Sulit membayangkan di tengah padatnya Surabaya masih ada kawasan mangrove yang begitu asri. Di Ekowisata Mangrove Wonorejo, deretan pohon mangrove tumbuh di sepanjang aliran sungai menuju pesisir. Suasananya tenang, jauh dari hiruk pikuk kota, meski kamu tidak perlu bepergian jauh untuk sampai ke sini.
Selain berjalan santai di jalur kayu yang membelah kawasan mangrove, kamu juga bisa naik perahu menuju muara sambil menikmati pemandangan dan mengamati burung-burung yang hidup di kawasan konservasi ini. Tiket masuk kawasan umumnya gratis, sedangkan wisata perahu dikenakan biaya mulai sekitar Rp25.000 per orang. Lokasinya di Wonorejo, Surabaya Timur, paling mudah dijangkau pakai kendaraan pribadi atau transportasi online. Datang pagi hari atau menjelang sunset biasanya jadi waktu terbaik, suasananya lebih sejuk dan pemandangannya jauh lebih bagus.
Tidak banyak yang tahu kalau taman ini dulunya tempat pembuangan sampah. Setelah direvitalisasi, Taman Harmoni Keputih berubah jadi salah satu ruang terbuka hijau yang cukup digemari di Surabaya. Hamparan bunga yang bermekaran pada musim tertentu, dipadukan dengan pepohonan rindang, bikin suasana taman nyaman untuk jalan santai.
Kamu bisa menikmati berbagai sudut taman sambil berburu foto, duduk bersantai, atau sekadar menghirup udara yang lebih segar dibanding kawasan perkotaan di sekitarnya. Taman ini gratis, jadi pilihan hemat buat kamu yang datang bareng keluarga maupun teman. Lokasinya di Jalan Keputih Tegal, Surabaya Timur, mudah diakses pakai kendaraan pribadi ataupun transportasi online. Datang pagi atau sore hari bikin kunjunganmu lebih nyaman karena cuaca tidak terlalu panas.
Masih di kawasan Keputih, Hutan Bambu punya suasana yang benar-benar berbeda. Deretan bambu yang menjulang tinggi di sepanjang jalur pejalan kaki bikin banyak orang merasa seolah sedang berada di luar Surabaya. Meski tidak terlalu luas, suasananya teduh dan tenang, pas untuk melepas penat sejenak.
Aktivitas yang paling sering dilakukan pengunjung adalah jalan santai, menikmati suasana hijau, atau berburu foto dengan latar deretan bambu yang jadi ciri khas kawasan ini. Tidak ada tiket masuk, jadi kamu bisa menikmati kawasan ini secara gratis. Lokasinya tidak jauh dari Taman Harmoni Keputih, jadi kedua destinasi ini sering dikunjungi dalam satu perjalanan. Kalau ingin hasil foto terbaik, datanglah pagi hari saat cahaya matahari masih lembut.
Kalau kamu tertarik mengenal sisi sejarah Surabaya, coba mampir ke Kampung Lawas Maspati. Kampung ini masih mempertahankan nuansa permukiman lama dengan rumah-rumah tradisional, gang sempit yang bersih, serta berbagai cerita tentang perjuangan masyarakat Surabaya pada masa kemerdekaan. Berjalan menyusuri setiap sudut kampung memberi pengalaman yang beda dibanding mengunjungi museum.
Selain melihat bangunan-bangunan bersejarah, kamu juga bisa ikut tur kampung, ngobrol dengan warga, sampai mencicipi kuliner rumahan buatan masyarakat setempat. Tidak ada tiket masuk khusus, meski beberapa paket wisata dikenakan biaya sesuai layanan yang dipilih. Kampung Lawas Maspati berada tidak jauh dari Tugu Pahlawan, jadi cukup mudah dijangkau pakai kendaraan pribadi maupun transportasi online. Kunjunganmu akan terasa lebih hidup kalau didampingi pemandu lokal yang tahu betul cerita di balik kampung ini.
Kampung Arab Ampel adalah kawasan bersejarah di Surabaya yang sudah berkembang sejak ratusan tahun lalu. Meski identik dengan wisata religi, kawasan ini juga menyimpan sisi budaya yang membuatnya pantas masuk daftar hidden gem. Gang-gang sempit di sini dipenuhi toko rempah, parfum khas Timur Tengah, perlengkapan ibadah, sampai kuliner tradisional, menghadirkan suasana yang beda dari kawasan lain di Surabaya.
Selama di sini, kamu bisa mengunjungi Masjid Ampel, salah satu masjid tertua di Indonesia, berjalan menyusuri pasar tradisional, atau mencicipi hidangan khas seperti nasi kebuli, roti maryam, kebab, sampai aneka makanan Timur Tengah yang jarang ditemukan di tempat lain. Tidak ada tiket masuk untuk menjelajahi kawasan ini. Kampung Arab Ampel berada di Surabaya Utara, mudah dijangkau pakai kendaraan pribadi, transportasi online, maupun angkutan umum. Kalau ingin suasana yang lebih nyaman, datanglah pagi atau sore hari ketika kawasan belum terlalu ramai.
Di tengah padatnya aktivitas Kota Surabaya, Taman Prestasi jadi salah satu ruang terbuka hijau yang pas untuk melepas penat. Berada di tepi Sungai Kalimas, taman ini rindang dengan pepohonan besar, area duduk yang nyaman, serta pemandangan sungai yang bikin suasana terasa lebih tenang. Lokasinya di pusat kota juga bikin taman ini mudah dijangkau wisatawan.
Selain jalan santai atau sekadar menikmati suasana taman, kamu juga bisa coba wisata perahu menyusuri Sungai Kalimas dengan tarif mulai sekitar Rp10.000 per orang. Banyak pengunjung menyukai aktivitas ini karena memberi pengalaman menikmati Surabaya dari sudut pandang yang berbeda. Masuk ke taman tidak dipungut biaya, sementara area parkir tersedia bagi kendaraan pribadi. Menjelang sunset, cahaya matahari yang memantul di permukaan sungai bikin suasana taman terasa lebih syahdu.
Kalau biasanya Surabaya dinikmati dari jalan raya, Kalimas River Cruise mengajak kamu melihatnya dari sudut yang berbeda. Wisata ini membawa pengunjung menyusuri Sungai Kalimas naik perahu, sambil melihat bangunan bersejarah, taman kota, sampai gemerlap lampu Surabaya di malam hari. Meski durasinya tidak terlalu lama, pengalaman ini cukup berkesan, apalagi buat kamu yang baru pertama kali datang ke Surabaya.
Perjalanan biasanya dimulai dari kawasan Taman Prestasi, dengan harga tiket sekitar Rp10.000 sampai Rp15.000 per orang, tergantung rute yang dipilih. Harganya cukup terjangkau untuk dinikmati bareng keluarga maupun pasangan. Waktu terbaik ikut Kalimas River Cruise adalah menjelang malam, saat lampu-lampu kota mulai menyala dan suasana sungai terasa lebih hidup. Lokasinya di pusat kota, jadi sangat mudah dijangkau dari berbagai kawasan Surabaya.
Kalau kamu cari tempat yang jauh dari keramaian wisata, Graha Natura Park bisa jadi pilihan. Berada di kawasan Surabaya Barat, taman ini punya ruang hijau dengan danau kecil, jalur pedestrian, serta pepohonan yang bikin suasananya sejuk. Dibanding taman kota lain yang lebih populer, Graha Natura Park masih relatif sepi, cocok untuk bersantai atau menikmati waktu sendiri.
Banyak pengunjung datang ke sini untuk jogging, jalan santai, baca buku, atau sekadar duduk menikmati suasana sore. Tidak ada biaya masuk, sementara akses menuju lokasi cukup mudah pakai kendaraan pribadi maupun transportasi online. Kalau datang sore hari, kamu bisa menikmati suasana taman yang makin nyaman, ditemani angin sepoi-sepoi dan langit yang perlahan berubah warna menjelang sunset.
Kalau Ekowisata Mangrove Wonorejo sering jadi pilihan utama wisatawan, Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar punya pengalaman yang tidak kalah menarik dengan suasana yang cenderung lebih tenang. Kawasan konservasi ini dipenuhi pepohonan mangrove yang tumbuh di sepanjang jalur kayu, menghadirkan pemandangan hijau yang kontras dengan kawasan perkotaan di sekitarnya. Tempat ini cocok buat kamu yang ingin menikmati wisata alam tanpa harus berdesakan dengan banyak pengunjung.
Selama di sini, kamu bisa jalan santai menyusuri boardwalk, menghirup udara yang lebih segar, mengamati burung-burung yang hidup di habitat mangrove, sampai berburu foto dengan latar pepohonan dan perairan yang masih alami. Tiket masuknya relatif terjangkau, umumnya sekitar Rp5.000 sampai Rp10.000 per orang. Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar berada di Surabaya Timur, bisa dijangkau pakai kendaraan pribadi maupun transportasi online. Datang pagi hari jadi pilihan terbaik karena cuaca masih sejuk dan satwa di kawasan mangrove masih cukup aktif.
Di tengah berkembangnya berbagai kawasan wisata baru di Surabaya, Pantai Kenjeran Lama tetap punya daya tariknya sendiri. Dibanding pantai-pantai di luar kota, suasana di sini memang lebih sederhana, tapi justru itu yang membuat warga lokal masih sering datang untuk menikmati angin laut atau menghabiskan waktu bersama keluarga. Kalau kamu ingin melihat sisi lain Surabaya yang lebih santai, tempat ini bisa masuk itinerary.
Kamu bisa berjalan di sepanjang bibir pantai, menikmati sunrise dengan latar Jembatan Suramadu, memancing, atau mencicipi hidangan laut yang dijual pedagang di sekitar kawasan. Tiket masuknya juga ramah di kantong, mulai sekitar Rp10.000 per orang. Lokasinya di Surabaya Utara, bisa ditempuh sekitar 30 menit dari pusat kota pakai kendaraan pribadi maupun transportasi online. Datang pagi hari jadi pilihan terbaik, udaranya masih segar dan momen matahari terbit di atas laut jadi bonus yang bikin perjalanan lebih berkesan.
Menjelajahi Surabaya tidak selalu berarti mengunjungi destinasi yang sudah populer. Di berbagai sudut kota, masih ada banyak hidden gem yang menyimpan pengalaman berbeda, mulai dari kawasan mangrove yang menenangkan, kampung bersejarah yang penuh cerita, sampai taman kota yang pas untuk bersantai setelah padatnya aktivitas sehari-hari. Tiap tempat punya karakternya sendiri, jadi kamu bisa memilih destinasi yang paling sesuai dengan gaya liburanmu.
Kalau kamu ingin suasana alam, Ekowisata Mangrove Wonorejo dan Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar layak dicoba. Buat yang tertarik mengenal Surabaya lebih dekat lewat budayanya, Kampung Lawas Maspati dan Kampung Arab Ampel bisa jadi jawabannya. Sementara kalau kamu cuma ingin sore yang santai, Taman Prestasi, Kalimas River Cruise, atau Graha Natura Park juga sama enaknya.
Biar perjalanan lebih efisien, coba kelompokkan destinasi berdasarkan lokasinya. Misalnya, mengunjungi Taman Harmoni Keputih, Hutan Bambu Keputih, dan Ekowisata Mangrove Wonorejo dalam satu hari karena sama-sama berada di kawasan Surabaya Timur. Dengan itinerary yang tepat, kamu bisa menikmati lebih banyak tempat tanpa harus menghabiskan banyak waktu di jalan.
Semoga daftar hidden gem dari OkeTiket ini bisa jadi bahan pertimbangan untuk liburan akhir pekanmu berikutnya. Siapa tahu, tempat-tempat yang belum banyak diketahui orang inilah yang justru memberi pengalaman paling berkesan saat menjelajahi Kota Pahlawan.