Perjalanan ke Gili Nanggu biasanya dimulai dari pesisir barat daya Lombok, tepatnya kawasan Sekotong di Lombok Barat. Dari Pantai Tawun, yang berfungsi sebagai titik keberangkatan perahu motor, jarak tempuh ke pulau ini sekitar 15 menit bergantung kondisi laut. Di dermaga lokal tersebut tersedia jasa perahu yang melayani perjalanan pulang-pergi serta rute island hopping ke pulau kecil lain di dekatnya seperti Gili Sudak dan Gili Kedis.
Lokasinya berada di arah barat daya pusat Kota Mataram. Dengan kendaraan, kamu dapat menempuh perjalanan ke Pantai Tawun sekitar 60 sampai 90 menit, melalui jalur Gerung dan Jalan Raya Sekotong. Dari kawasan wisata Senggigi, waktu tempuh umumnya 1,5 jam tergantung lalu lintas. Jika berangkat dari Bandara Internasional Lombok Zainuddin Abdul Madjid, rute tercepat menuju Sekotong melewati Gerung dengan waktu sekitar 1 sampai 1,5 jam. Di titik keberangkatan, operator lokal mengatur keberangkatan perahu sesuai kesepakatan waktu dan kondisi gelombang.
Gili Nanggu berukuran kecil sehingga area pantai dapat dijangkau dengan berjalan kaki. Garis pantainya berpasir putih dengan perairan yang tenang di sisi yang terlindung angin. Airnya jernih pada hari cerah, dan terumbu karang dangkal berada tidak jauh dari tepi pantai. Pulau ini sering dipilih sebagai lokasi snorkeling karena jarak pandang di bawah air yang baik pada musim kemarau serta adanya ikan karang yang biasa mendekat di area tertentu.
Snorkeling menjadi aktivitas utama. Banyak operator perahu dari Pantai Tawun menyediakan atau menyewakan perlengkapan dasar seperti masker dan snorkel, lalu menurunkan penumpang di titik yang sesuai dengan arus hari itu. Biasanya, perahu akan memberi aba-aba area berenang yang aman dan mengawasi dari jarak dekat sambil menunggu penumpang di atas air. Kamu dapat berpindah dari satu titik ke titik lain di sekitar pulau sesuai kesepakatan waktu dengan nakhoda perahu. Bagi yang tidak snorkeling, berjalan di tepi pantai, duduk di area berpasir, atau memotret lanskap pulau dan daratan Lombok di kejauhan menjadi pilihan aktivitas yang sederhana.
Ketersediaan fasilitas di Gili Nanggu terbatas. Pulau ini tidak memiliki pusat aktivitas besar seperti yang biasa dijumpai di destinasi yang lebih ramai. Kapasitas area berteduh juga tidak banyak, sehingga sebagian pengunjung memanfaatkan waktu berenang atau kembali ke perahu untuk berpindah ke pulau sekitar yang memiliki lebih banyak warung. Di Gili Sudak, yang berada tidak jauh dari Gili Nanggu, terdapat beberapa warung makan sederhana yang dikenal menyajikan menu laut, sehingga banyak paket perjalanan mengombinasikan kunjungan ke kedua pulau tersebut bersama Gili Kedis yang berukuran sangat kecil. Jika ingin menyiapkan bekal sendiri, sebaiknya periksa kembali sampah bawaan agar tidak tertinggal di pulau.
Akses transportasi darat menuju dermaga di Sekotong cukup langsung. Jalan utama sudah beraspal dan dapat dilalui mobil maupun sepeda motor. Di kawasan Mataram, kamu bisa memesan taksi atau layanan ride-hailing menuju Pantai Tawun. Penyewaan mobil dengan sopir juga umum ditawarkan di Lombok dan dapat diatur untuk perjalanan satu hari. Bagi yang mengemudi sendiri, area parkir di sekitar titik keberangkatan perahu berada di tepi pantai dan dikelola oleh warga setempat. Pembayaran jasa parkir dan penyewaan perahu dilakukan langsung kepada pengelola lokal di lokasi.
Kondisi perairan di sekitar Gili Nanggu relatif tenang pada pagi hingga siang pada musim kemarau. Pada periode ini, yaitu sekitar Mei sampai September, curah hujan lebih rendah sehingga visibilitas snorkeling cenderung lebih baik dan potensi keberangkatan perahu lebih stabil. Jika datang pada musim hujan, angin dan gelombang dapat berubah lebih cepat, sehingga operator setempat biasanya akan menyesuaikan rute singgah dan waktu di air agar tetap aman.
Durasi kunjungan ke Gili Nanggu umumnya satu hari. Banyak pengunjung yang berangkat pagi dari Mataram, tiba di Pantai Tawun menjelang siang, kemudian menghabiskan waktu di air dan singgah ke pulau tetangga hingga sore. Estimasi biaya total untuk perjalanan satu hari, termasuk sewa perahu dan kebutuhan dasar, sering kali berada pada kisaran ratusan ribu rupiah per orang tergantung jumlah peserta dan negosiasi dengan operator lokal. Patokan umum yang sering ditemui berada di rentang Rp 300.000 sampai Rp 700.000 per orang untuk kunjungan singkat yang mengombinasikan beberapa pulau, namun komponen harga bisa berbeda menurut layanan yang disepakati.
Lingkungan sekitar Gili Nanggu memperlihatkan karakter gugusan pulau kecil khas barat daya Lombok. Jarak antarpulau relatif dekat dan dapat ditempuh dalam hitungan menit. Gili Sudak memiliki pantai berpasir yang landai dan menjadi tempat istirahat serta makan siang banyak rombongan. Gili Kedis berukuran jauh lebih kecil dengan bentuk pulau yang hampir seluruhnya pantai berpasir. Kombinasi kunjungan ke tiga pulau ini banyak dipilih ketika waktu kamu terbatas namun ingin mencoba beberapa lokasi snorkeling tanpa menempuh pelayaran jauh.
Di titik keberangkatan Pantai Tawun, layanan untuk pengunjung sederhana namun fungsional. Kamu akan menemukan bale-bale atau bangku untuk menunggu perahu, beberapa warung yang menjual minuman dan makanan ringan, serta penyewaan perlengkapan snorkeling. Penentuan rute biasanya dibicarakan secara langsung. Jika kondisi arus di satu sisi pulau kurang mendukung, perahu akan berpindah ke sisi lain yang lebih tenang. Topografi dasar laut yang dangkal dekat pantai membuat banyak area dapat diakses perenang pemula, meski tetap perlu memperhatikan instruksi pemandu perahu dan menghindari menginjak karang.
Karang dan ikan karang di sekitar Gili Nanggu menjadi daya tarik utama. Di beberapa titik, ikan berukuran kecil hingga sedang sering berkumpul, dan jarak pandang di air yang jernih memudahkan pengunjung mengamatinya dari permukaan. Pada jam tengah hari saat matahari lebih tinggi, cahaya yang kuat membuat warna dasar laut lebih mudah terlihat. Ketika arus meningkat pada siang menjelang sore, operator umumnya memindahkan lokasi snorkeling ke titik yang lebih terlindung.
Untuk kebutuhan dasar, bawalah air minum, pelindung matahari, dan barang tahan air untuk melindungi perangkat elektronik di atas perahu. Di pulau, tidak banyak bangunan permanen dan tidak tersedia jalur kendaraan. Semua pergerakan dilakukan dengan berjalan kaki di pasir dan mengakses perairan langsung dari pantai. Kebersihan pantai dijaga oleh komunitas lokal dan operator, namun jumlah tempat sampah terbatas sehingga pengunjung diharapkan membawa kembali sampah pribadi ke daratan.
Jika kamu ingin menggabungkan kunjungan ke Gili Nanggu dengan destinasi darat di Lombok Barat, jalur Sekotong terhubung ke kawasan Lembar yang menjadi salah satu pelabuhan utama di Lombok. Beberapa pantai di daratan seperti Mekaki berada lebih jauh ke selatan dengan akses jalan yang menanjak dan berkelok. Sementara itu, dari arah utara terdapat jalur menuju Senggigi yang melewati pesisir barat Lombok dengan pemandangan pantai dari tepi jalan. Kombinasi ini membuat area Sekotong sering dijadikan rute sehari penuh yang mengawali aktivitas di pulau dan diakhiri dengan perjalanan darat kembali ke kawasan hotel.
Keamanan di air mengikuti standar praktik lokal. Perahu-perahu di Pantai Tawun dioperasikan oleh nakhoda yang terbiasa dengan pola angin dan arus setempat. Life jacket biasanya tersedia di perahu, dan pengunjung diminta menggunakannya sesuai arahan terutama bagi yang tidak terbiasa berenang jauh dari pantai. Di beberapa momen puncak kunjungan, perahu bisa berdatangan bersamaan. Jarak antarkapal diatur oleh nakhoda agar tetap aman, sementara area berenang ditandai secara informal dengan kesepakatan lokasi turun dan naik penumpang.
Untuk dokumentasi, kamu dapat membawa perangkat tahan air atau menggunakan dry bag karena percikan air di perahu tidak dapat dihindari. Di pulau, ketersediaan listrik publik tidak menjadi andalan untuk mengisi daya perangkat, sehingga lebih praktis jika kamu menyiapkan baterai cadangan sejak dari daratan. Jaringan seluler umumnya tertangkap, meski kualitas sinyal dapat berubah selama berada di sisi pulau tertentu atau saat cuaca menutup langit.
Karakter kunjungan ke Gili Nanggu berfokus pada aktivitas alam sederhana: naik perahu, berjalan di pasir, dan snorkeling di perairan dangkal. Pendeknya rantai logistik dari Sekotong membuat perjalanan harian menjadi format yang paling sering dilakukan. Jika waktumu longgar, mengatur pemberangkatan pagi membantu memanfaatkan kondisi laut yang biasanya lebih tenang, lalu menyelesaikan sesi snorkeling sebelum arus sore menguat.
Dengan rute darat yang mudah diikuti dari Mataram maupun bandara, dukungan operator perahu lokal di Pantai Tawun, serta keberadaan pulau-pulau tetangga yang dapat disinggahi dalam satu rangkaian, Gili Nanggu menjadi salah satu titik yang jelas bagi siapa pun yang ingin melihat terumbu karang dari dekat di sisi barat daya Lombok. Waktu kunjungan terbaik berada pada periode kering Mei sampai September, durasi ideal satu hari, dan anggaran wajar untuk satu kali perjalanan berada pada kisaran Rp 300.000 sampai Rp 700.000 per orang tergantung layanan yang disepakati dengan penyedia lokal.