Penanda Kilometer Nol Indonesia berada di ujung barat laut Pulau Weh, sekitar 5 kilometer dari Desa Iboih. Tugu ini sering dijadikan titik awal menjelajahi pulau yang menjadi gerbang barat Nusantara. Dari titik tersebut, jalan beraspal menghubungkan ke Iboih, Gapang, hingga pusat Kota Sabang di selatan pulau.
Pulau Weh terletak di lepas pantai utara Sumatra, berhadapan langsung dengan Samudra Hindia. Secara praktis, kamu akan berangkat dari Banda Aceh menuju Sabang melalui penyeberangan laut. Kapal cepat dan kapal feri reguler beroperasi dari Pelabuhan Ulee Lheue di Banda Aceh ke Pelabuhan Balohan di Pulau Weh. Waktu penyeberangan umumnya berkisar sekitar 45 menit hingga 1,5 jam, tergantung jenis kapal dan kondisi cuaca. Dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda di Banda Aceh ke Pelabuhan Ulee Lheue, perjalanan darat biasanya memakan waktu sekitar 30 hingga 45 menit dengan mobil.
Pelabuhan Balohan berada di sisi tenggara Pulau Weh. Dari sini, akses jalan utama mengarah ke Kota Sabang dalam waktu sekitar 20 hingga 30 menit berkendara. Ke arah barat laut menuju Iboih, perjalanan darat biasanya memakan waktu sekitar 45 hingga 60 menit melewati jalan berkelok dengan beberapa titik pandang ke laut. Kendaraan sewaan, ojek, serta mobil wisata lokal dapat ditemukan di sekitar pelabuhan dan pusat kota. Banyak pengunjung memilih menyewa sepeda motor di Kota Sabang atau Iboih untuk mobilitas yang fleksibel, karena jarak antarkawasan di pulau ini cukup berjauhan dan transportasi umum antardesa tidak berjalan sesering di kota besar.
Lansekap Pulau Weh merupakan kombinasi pegunungan kecil bekas aktivitas vulkanik, pantai berpasir, dan teluk berair jernih. Vegetasi hijau menutupi perbukitan yang turun langsung ke garis pantai. Jalan lingkar utama melewati desa-desa kecil, kebun, serta beberapa pantai yang bisa dihampiri dari pinggir jalan, meski tidak semuanya memiliki area parkir besar. Permukiman terbesar berada di Kota Sabang, yang memiliki pelabuhan penumpang, area pasar, bank, dan beberapa fasilitas layanan dasar.
Bagi penyelam dan snorkeler, Iboih dan Pulau Rubiah menjadi pusat aktivitas. Garis pantai Iboih dipenuhi warung dan penyewaan peralatan snorkeling seperti masker, snorkel, dan kaki katak. Operator perahu lokal dapat membawamu menyeberang singkat ke Pulau Rubiah untuk melihat terumbu karang dangkal dan ikan karang yang sering terlihat di sekitar area yang oleh masyarakat setempat dikenal sebagai taman laut Rubiah. Air di sekitar Rubiah cenderung jernih pada musim kemarau, dan dasar pasir berpadu dengan karang keras serta karang lunak di beberapa bagian.
Gapang berada tidak jauh dari Iboih dan memiliki pantai berpasir yang landai. Di sekitar teluk ini terdapat beberapa pusat selam yang menawarkan perjalanan harian ke lokasi-lokasi populer. Jarak antarlokasi selam tidak terlalu jauh dengan perahu, sehingga satu hari biasanya mencakup dua hingga tiga titik untuk penyelaman rekreasional. Beberapa situs yang dikenal di kalangan penyelam meliputi Batee Tokong dan Batee Meuduro yang memiliki kontur karang curam dan arus yang dapat berubah. Untuk penyelam berpengalaman, bangkai kapal Sophie Rickmers yang berada di kedalaman puluhan meter menjadi salah satu tujuan teknis, umumnya hanya ditawarkan kepada penyelam bersertifikasi lanjutan dengan peralatan dan perencanaan yang sesuai.
Aktivitas non-selam juga mudah dilakukan. Pantai Sumur Tiga di sisi timur pulau memiliki hamparan pasir yang panjang dan penginapan yang berjajar di tepi pantai. Pantai ini berjarak sekitar 15 hingga 20 menit berkendara dari pusat Kota Sabang. Di bagian dalam pulau terdapat Danau Aneuk Laot, danau air tawar yang menjadi salah satu sumber pasokan air bagi Sabang. Kamu dapat mengamati danau dari tepi jalan utama atau singgah sejenak sebelum melanjutkan perjalanan ke pantai di sisi timur.
Monumen Kilometer Nol Indonesia berada di wilayah hutan lindung dekat tebing pantai. Area monumen memiliki halaman terbuka, marka koordinat, dan kios kecil yang biasanya menjual suvenir seperti kaos, gantungan kunci, dan stiker bertema Sabang. Dari monumen, beberapa pengunjung melanjutkan ke titik-titik berhenti di tepi jalan yang menghadap ke laut lepas. Perjalanan ke monumen dari Iboih memakan waktu sekitar 10 hingga 15 menit, sementara dari Kota Sabang sekitar 40 hingga 50 menit.
Jejak vulkanik Pulau Weh terlihat di kawasan panas bumi Jaboi yang berada di bagian selatan pulau, sekitar 30 hingga 40 menit dari Kota Sabang dengan kendaraan. Di sini terdapat area fumarol kecil, tanah beruap, dan bebatuan belerang di lereng bukit rendah. Jalurnya berupa jalan tanah dan setapak pendek dari titik parkir sederhana di pinggir jalan. Karena lokasi ini berupa area alami terbuka, bawa alas kaki yang sesuai dan perhatikan pijakan di sekitar tanah basah beruap.
Di sisi barat daya pulau, Air Terjun Pria Laot berada tidak jauh dari jalan utama yang menghubungkan Sabang dan Iboih. Dari titik parkir lokal, kamu akan berjalan di jalan setapak yang mengikuti aliran sungai menuju kolam di kaki air terjun. Debit air bisa berubah mengikuti hujan. Pada musim kemarau, jalurnya biasanya lebih kering dan akses cenderung lebih mudah dibanding saat musim hujan.
Kota Sabang berfungsi sebagai pusat layanan. Di sini tersedia bank dan mesin ATM, rumah makan, apotek, serta pasar. Akses internet seluler umumnya baik di kawasan kota dan di Iboih, meski beberapa teluk terpencil dapat memiliki sinyal yang lebih lemah. Stasiun pengisian bahan bakar resmi berada di sekitar Sabang, sedangkan di desa-desa kecil bensin eceran kadang dijual di kios. Jika berencana berkeliling dengan sepeda motor, kamu sebaiknya mengisi penuh di area kota sebelum menuju pantai-pantai yang lebih jauh.
Pilihan akomodasi tersebar terutama di Iboih, Gapang, dan Sumur Tiga. Tipe penginapan berkisar dari homestay sederhana hingga resort kecil, dengan fasilitas dasar seperti kamar berkipas atau ber-AC, kamar mandi dalam, serta restoran atau warung di area yang sama. Di Iboih, banyak penginapan berada sangat dekat dengan garis pantai sehingga memudahkan akses ke perahu dan penyewaan alat snorkeling. Di Sumur Tiga, beberapa penginapan memiliki akses langsung ke pantai pasir yang panjang sehingga praktis untuk berjalan pagi atau sore.
Kuliner lokal mudah ditemukan di warung-warung sekitar Iboih dan di sepanjang jalan utama menuju Gapang. Menu yang sering dijual antara lain makanan laut, mi goreng, nasi goreng, dan sajian kopi. Di Kota Sabang, pilihan rumah makan lebih beragam termasuk kedai kopi dan tempat makan yang buka dari pagi hingga malam. Karena jarak antardesa cukup berjauhan, banyak pengunjung memilih makan di area tempat mereka menginap atau di pusat kegiatan seperti Iboih agar tidak perlu berpindah terlalu jauh di malam hari.
Untuk penyelam, kondisi terbaik biasanya berada pada musim kemarau ketika jarak pandang bawah air cenderung lebih stabil. Di luar aktivitas selam, musim kemarau juga membuat kegiatan snorkeling, berjalan di pantai, dan perjalanan darat mengelilingi pulau lebih nyaman karena frekuensi hujan lebih rendah. Rekomendasi waktu kunjungan yang banyak dipilih adalah Mei hingga September. Durasi kunjungan dua hingga tiga hari cukup untuk menggabungkan beberapa pantai utama, satu hari snorkeling atau menyelam, serta kunjungan ke Kilometer Nol.
Biaya perjalanan ke Pulau Weh bervariasi tergantung gaya perjalanan. Untuk gambaran kasar, anggaran sekitar Rp 750.000 hingga Rp 1.500.000 per orang untuk 2 hingga 3 hari di pulau biasanya mencakup penginapan sederhana, makan harian, transportasi lokal, dan penyewaan peralatan snorkeling atau satu perjalanan singkat dengan perahu di sekitar Iboih. Biaya penyelaman berlisensi dan kursus selam memiliki tarif tersendiri di pusat selam.
Rute berkeliling pulau yang umum dilakukan adalah tiba di Balohan, menuju Kota Sabang untuk kebutuhan logistik, lalu bergerak ke timur ke Sumur Tiga atau ke barat laut ke Gapang dan Iboih. Banyak titik berhenti di tepi jalan memiliki pemandangan laut, tetapi tidak semua memiliki rambu jelas atau ruang parkir luas. Menggunakan kendaraan pribadi atau sewaan dengan pengemudi yang mengenal daerah setempat akan memudahkan menemukan akses ke pantai-pantai kecil yang berada di teluk atau di balik bukit.
Di wilayah Iboih, penyewaan perahu untuk ke Pulau Rubiah tersedia sepanjang hari ketika cuaca baik. Waktu tempuh dari dermaga kecil Iboih ke Pulau Rubiah sangat singkat, umumnya hanya beberapa menit. Sebaiknya pastikan kamu kembali sebelum sore jika ingin melanjutkan ke lokasi lain di pulau, karena jarak dari Iboih ke Balohan atau ke Sabang memerlukan waktu berkendara yang tidak singkat. Di Rubiah, aktivitas biasanya berkisar pada snorkeling di area dangkal yang ditandai, berjalan di pulau kecil, dan beristirahat di warung sederhana yang buka saat ada pengunjung.
Kombinasi aktivitas darat dan laut menjadi pola paling umum di Pulau Weh. Di darat, kamu dapat mengunjungi Jaboi, air terjun, dan monumen Kilometer Nol. Di laut, snorkeling di Rubiah atau menyelam di sekitar Iboih dan Gapang menjadi kegiatan utama. Untuk melihat garis pantai timur yang panjang, Sumur Tiga menyediakan area berjalan kaki yang leluasa. Jika kamu tertarik pada pemandangan kota, tepi laut di Sabang memiliki jalur pejalan kaki, pelabuhan, dan area kuliner yang mudah diakses dengan kendaraan.
Fasilitas pendukung wisata tersebar mengikuti konsentrasi pengunjung. Di Iboih dan Gapang, kamu akan menemukan penyewaan alat air, pusat selam, warung makan, toko kecil, serta jasa transportasi lokal. Di Sabang tersedia lebih banyak layanan perbankan, apotek, dan toko kebutuhan harian. Di beberapa pantai yang lebih kecil, fasilitas sangat terbatas sehingga pengunjung biasanya membawa kebutuhan dasar sendiri dari area yang lebih ramai. Listrik dan air bersih tersedia di kawasan-kawasan utama, namun ketersediaan air panas di penginapan bergantung pada kelas masing-masing.
Bagi yang tertarik menggabungkan Pulau Weh dengan destinasi lain di Aceh, Banda Aceh di daratan utama menjadi simpul penting karena memiliki bandara internasional dan pelabuhan Ulee Lheue. Banyak pengunjung menyempatkan singgah di Banda Aceh sebelum atau sesudah ke Weh untuk mengunjungi beberapa situs kota, lalu melanjutkan penyeberangan sesuai jadwal kapal yang tersedia.
Pulau Weh pada dasarnya merupakan pulau kecil yang mudah dijelajahi jika kamu menyiapkan transportasi dan rencana rute yang jelas. Kedekatan antara Iboih, Gapang, Pulau Rubiah, Sumur Tiga, Kilometer Nol, dan tempat-tempat alami seperti Jaboi dan Air Terjun Pria Laot memungkinkan penyusunan aktivitas harian yang efisien tanpa berpindah penginapan terlalu sering. Dengan kondisi perairan yang mendukung snorkeling dan diving, serta jalan beraspal yang menghubungkan titik-titik utama, pulau ini memberikan gambaran yang jelas tentang apa yang bisa kamu lakukan selama 2 hingga 3 hari kunjungan.